Mengenal Mi, Yuk!

Posted: 4 November 2009 in Serba - serbi

Sumber : http://triy.files.wordpress.com

Asal-usul Mi

Ada banyak versi seputar asal-usul mi. Ada yang mengatakan mi pertama kali dibuat di dataran China pada masa Dinasti Han, sekitar 1900-2000 tahun yang lalu.

Pada masa Dinasti Tang (tahun 618-907), mi awalnya merupakan makanan rakyat biasa. Entah sejak kapan mi kemudian menjadi makanan favorit kerajaan yang dihidangkan pada saat-saaat tertentu.

Karena rasanya yang nikmat, mi terus berkembang dan menyebar hingga keluar dataran China.

Kenal spaghetti kan? Makanan khas Italia ini ternyata masih keluarga mi. Bahkan, ada beberapa ahli yang menyebutkan spaghetti sebenarnya juga berasal dari China.

Konon, spaghetti baru muncul di Italia setelah Marcopolo, si pelaut terkenal itu kembali dari perjalanannya menyusuri dataran China.

“Keluarga” Mi

Umumnya mi terbuat dari tepung terigu. Tetapi, ada juga mi yang berasal dari tepung beras, yang disebut bihun. Sedangkan mi dari sari pati kacang hijau namanya suun.

Kemudian ada kuetiau yang lebih besar dari mi, berbentuk pipih dan panjang. Pernah dengar somen? Ini mi yang bentuk mentahnya mirip batang sapu lidi. Mi yang ada di Jepang disebut ramen dan udon.

Kenapa keluarga mi terbuat dari bahan yang berbeda? Itu karena di China ada perbedaan iklim yang mencolok. China Selatan beriklim panas sehingga lebih cocok ditanami padi. Dari sinilah asal mi yang terbuat dari tepung beras.

Sebaliknya, di China Utara iklimnya cenderung dingin. Gandum tumbuh lebih subur dibandingkan padi, sehingga mi di daerah ini dibuat dengan bahan tepung terigu.

Pembuatan Mi

Mi dibuat dengan mesin khusus, tetapi juga bisa dibuat tanpa mesin. Proses pembuatan mi tanpa mesin memerlukan latihan yang cukup lama. Bayangkan, segumpal adonan tepung terigu atau tepung yang lain ditarik, dibanting, dan dipelintir hingga terbentuk mi yang panjang.

Bila dengan mesin, adonan mi ditipiskan dengan alat khusus lalu diiris menjadi helai yang tipis. Setelah didapat bentuk mi yang diinginkan, mi diawetkan dengan cara digantung. Seiring dengan berkembangan teknologi, mi dibuat dengan menggunakan mesin. Dengan mesin pula mi dikeringkan, diawetkan, bahkan diproses menjadi mi instan.

Simbol Panjang Umur

Di negara asalnya, mi diyakini sebagai lambing panjang umur. Karena itulah, mi menjadi makanan wajib pada acara ulang tahun dan tahun baru China (Imlek).

Uniknya, agar harapan umur panjang bisa terkabul, konon mi harus dimakan tanpa memotong helaiannya yang panjang. Jadi, cukup digulung-gulung dengan garpu atau sumpit, untuk memudahkan makannya.

Pssst………. Ini Rahasia Tentang Mi!!

  1. Mi mengandung karbohidrat yang tinggi, namun kurang mengandung serat dan zat gizi lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanya dianjurkan bila memasak mi sebaiknya ditambah dengan telur ayam sebagai sumber protein, dan berbagai sayuran seperti sawi, wortel, bunga kol, tomat, atau brokoli agar kebutuhan gizi tercukupi.
  2. Mi instan mengandung kadar garam dan penguat rasa yang cukup tinggi. Mi instan juga mengandung lapisan lilin yang membuat helaian mi tidak saling menempel saat dimasak. Jika dikonsumsi terlalu banyak, zat-zat itu akan membuat sistem pencernaan dan fungsi organ tubuh terganggu. Asal tahu saja, usus kita membutuhkan watu tiga hari untuk membersihkan lapisan lilin yang ikut termakan dalam sebungkus mi instan.
  3. Akhir-akhir ini banyak ditemukan mi basah yang mengandung pengawet yang dilarang (formalin atau boraks). Sebaiknya hindari mengkomsumsi mi basah yang warnanya mencolok, baunya menyengat, dan sangat kenyal.

Dyah Pratitasari, Kompas, 29 Februari 2007

Mi Sehat

Terbuat dari mi yang pada proses pembuatannya ditambahkan sayuran berupa wortel, bayam, labu kuning dan lainnya. Wortel dipilih yang masih segar dengan warna yang makin kuning makin makin baik, karena kandung betakarotennya makin tinggi. Wortel atau bayam dihancurkan dengan cara dijus atau diblender terlebih dahulu, kemudian dicampurkan pada tepung terigu dan telur dengan perbandingan yang diinginkan. Jangan mempergunakan air abu, vetsin dan pewarna buatan, karena jika menggunakan telur sudah akan didapatkan tingkat kekenyalan tertentu. Pewarna sudah didapatkan dari wortel atau bayam itu sendiri. Masa simpan maksimal 4-5 hari, sebaiknya disimpan pada lemari es dengan dibungkus plastik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s