Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia

Posted: 25 December 2009 in Berita

Kantor Kejari Tangerang Digembok,
Pendemo Tuntut Kasi Pidsus Dicopot

Tangerang, K-PK
Dalam memperingati hari anti korupsi se- dunia, BEM STIH Gunung Jati, LSM KIPANG, LSM JARAK Banten, LSM GEMPPAR, LSM Komparasi, Himata, dan LBH Mata Hati, Rabu, (9/12) kemarin melakukan unjuk rasa dan berorasi didepan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang.
Dalam orasinya, puluhan pengunjuk rasa tersebut menuntut pencopotan salah seorang jaksa yakni Rakhmat Harianto, SH, selaku Kepala Seksi Pidana Khusus, terkait dugaan penyalah gunaan jabatan dan wewenang dalam menangani sejumlah kasus yang telah dilaporkan mayarakat selama kurun waktu dua tahun terakhir ini.
Sejumlah kasus yang pernah ditangani Kasi Pidus tersebut, namun hingga kini tak jelas penyelesaiannya antara lain, pelepasan hak atas tanah Negara eks. PT. Cipendawa Farm Enterprise (CFE) seluas 35.057 M2 pada tahun 2007 lalu ke PT. Nissi Lamdau Jaya yang diduga merugikan Negara sebesar Rp.9,9 Miliar, kasus DAK, BLT, Raskin, dan RSUD Balaraja. Merasa tak direspon tuntutannya, sejumlah pengunjuk rasa menggembok pintu gerbang kantor Kejari Tangerang. Tak hanya itu, mereka juga sempat memblokir jalan, sehingga meyebabkan kemacetan panjang selama satu jam.
Haris AB, salah seorang pengunjuk rasa dari LSM KIPANG dalam orasinya, meminta Kepala Kejaksaan Agung, Hendarman Supandji, SH. Agar segera mencopot Kasi Pidsus dan Kepala Kejari Tangerang, Suyono, SH. karena dinilai lamban dan tidak becus tangani sejumlah kasus. Jika tidak, pihaknya mengancam akan terus melakukan aksi yang sama secara besar-besaran. Tuntutan tersebut menurutnya sangat mendasar, sebab dalam menangani kasus PT. CFE saja Kasi Pidsus itu tidak serius dan bahkan terindikiasi terlibat didalamnya. Pada hal, dalam nota dinas yang dibuat Kasi Intel Kejari Tangerang bernomor, R-OPSIN-02/06.11/Dek.3/07/2007, mengenai hasil penyelidikan dan penyidikan intelijen yustisia Kejari Tangerang dalam bentuk Puldata dan Pulbaket, tercantum jelas siapa saja calon tersangkanya. Akan tetapi, lanjut Haris, sampai hari ini kasus tersebut tak jelas status hukumnya.
Hal senada juga disampaikan Sekjen LSM JARAK Banten, Syaiful Ulum, dan Ketua Umum LSM GEMPPAR, Rusli, Rd. Panji, pihaknya berjanji akan mengawal sejumlah tuntutan rekan-rekannya. Ia berharap mafia peradilan dan mafia kasus dienyahkan serta diberantas agar penegakkan hukum di negeri ini berjalan dengan baik.
“ Saya minta, Hendarman Supandji selaku pimpinan tertinggi di lembaga Adhiyaksa, agar benar-benar serius berantas sejumlah oknum jaksa nakal yang meresahkan masyarakat selama ini,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator aksi yang juga Ketua LBH Mata Hati, Syaiful Hidayat, SH. MH, mengatakan, aksi damai ini merupakan refleksi dari pesan Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono, yang berniat memberantas korupsi sampai keakar-akarnya dan mengganyang mafia hukum. Lebih lanjut praktisi hukum yang peduli terhadap rakyat kecil ini menyerukan, pemberantasan korupsi bukan hanya pada pelaku saja. Aka tetapi, yang terpenting kepada penegak hukum yang dengan sewenang-wenang menahan tersangka dengan kasus ecek-ecek. Sementara pelaku korupsi yang nilainya miliaran rupiah bebas bernegosiasi dengan penyidik khususnya jaksa Pidsus dan mendapat imbalan sejumlah uang. Akibatnya para pelaku kejahatan kecil atau kesalahan catat saja tidak bisa negosiasi. Sehingga mereka harus mendekam di hotel prodeo tanpa kepastian hukum. Din AL Bima

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s